Perjalanan Menyaksikan Kejurnas 2013 (Bagian 1)


Setahun yang lalu, saya pergi kerumah temen saya diserpong.
Selain itu sempat juga mampir kerumah temen disana. bagaimana anda menyebut orang yg sayang anda, dan anda pun juga harus menyayanginya? ketempat seperti itulah kita mampir.
Dan disanalah aku seperti jatuh cinta dengan seorang wanita. "ah dasaar cowok maunya semua cewek disuka, dasar cowok gak setia, plin-plan?". waduh, komentarnya sadis banget? masih ingat dalil yang mengatakan "Tidak masuk surga orang yg tidak beriman dan tidak dikatakan beriman bila tidak saling menyayangi", Huznudzon aja dulu =).
kalo saya sendiri mengartikan bahwa setia itu ibarat sebuah biji pohon, dia bisa saja jatuh ke tanah tapi terkadang tidak langsung tumbuh disana, kadang2 masih terbawa air ato angin ato apalah, dan kadang kala pun yg telah tumbuh kecil, diambil orang untuk ditanam ditempat lain. dan setia itu ketika kamu tumbuh dewasa dan berbuah disana =).
Jadi Huznudzonlah saja, berlatih lah berpikir seakan2 kamu berada pada kondisi orang yang kamu pikirkan.

Alkisah pada hari itu, saya dan temanku, memulai perjalanan dari solo menuju jogja. berangkat dari solo sekitar jam 11 malam, maklum suka jalan sepi biar bisa ngebuuuutt :D. Dan sampai dijogja saya pun menukar jaket yang telah di kredit karena kebesaran sambil menghampiri 1 teman kita yang untuk sama2 menuju banduuuunnggg :D. Subhanalloh meskipun mengendarai motor dengan sayup2 gitu, tetap kita terus berpacu dengan waktu untuk cepat sampai dibandung. dan ketika sekitar jam setengah 3 pagi ban saya pun bocor, ya alhamdulillah cuma ban saja yg bocor, akhirnya saya dan temen sayapun memutuskan untuk jalan sehat sambil mencari tambal ban. Pas jalan sehat kita ketemu orang yg ngomong dengan logat yg *maaf* saya bahagia mendengar perkataannya dan ternyata kita berada didaerah "ngapak" tepatnya kebumen punya ;D. Mereka mengatakan bahwa beberapa ratus meter kedepan ada tempat tambal ban, tinggal menghubungi nomor didepan bengkel nya. Hati kamipun gembira jugijagijugijagijug motorpun didorong, jugijagijugijagijug kitapun sampai :D. Sesampainya disana saya pun langsung smsan sama pak bengkelnya, kita berunding dan alhamdulillah Pak bengkel sepakat nambalnya habis subuh, alhamdulillah deh. Kami pun istirahat di SPBU dekat bengkel itu, 1 teman kami yg tidurnya pules sekali layaknya dikamar kos -_-  tapi yg satunya mau dibangunkan buat subuh dan selanjutnya kitapun lanjut jalan sehat untuk nambal, sambil nunggu nambal *maaf buat yg laper* kita pun makaann :D. Setelah semua beres, kita ngampirin temen yg masih d SPBU dan alhamdulillah dia masih nyenyak tidurnya, dengan sangat lembut kami membangunkannya, dan alhamdulillah juga dia bangun dan kita melanjutkan perjalanan.

Sesampai di daerah jawa barat, woooww, pemandangan disekililingnya begitu menakjubkan dan jalannya begitu menantang, kitapun menikmatinya aaarrrrgggghhhhh dengan istirahat di daerah itu, tapi apa yg terjadi? ternyata kita hanya bisa tidur dari sekitar jam 9 pagi ampe jam 1 siang, ahh indah kan itulah enaknya touring yg kita sendiri yg mengatur aturannya :D. Daaan kita sholat duhur dan ashar dengan di jama' dan qosor. Selanjutnya kita menuju tasikmalaya, dengan jalan yg begitu menantang, ditambah hujan deras yg menambah tantangan, kitapun menikmatinya. Jalan menanjak curam yg macet, seakan2 kendaraan yg diatas mundur kebelakang, yg semakin menantang perjalanan. Mengkendarai motor dengan teknik tinggi kita pun bisa mengatasi kemacetan. sesampainya diatas lagi2 ban saya bocor, kali ini saya menggantinya, hiks hiks :D. Oke setelah itu, kita sepakat untuk mampir makan, daan ini pertama kalinya dikasih teh tapi pahiiit, ahahaha, tapi saya huznudzon aja :D. Dan kita melanjutkan sampai kebandung-bogor-serpong(maaf bandung dan bogor dan perjalanan ke serpongnya di-skip dulu terlalu panjang bila diceritakan :D)

Sampai diserpong, kita tidak lagi bertiga (karena teman kita yg satunya memutuskan untuk stay dibandung). Dan diserpong kita berencana main ketempat teman di pondok ranji, tangsel, dan disana kita mampir di masjid daerah jaksel1(sebernarnya kita bingung, karna hanya bermodalkan gps n googl* maps) sebelum kita sampai dirumah temanku. sesampai dirumah temenku, kita langsung sholat jama' qosor dimasjid ini.(Aku sempat foto2 sama temenku, tapi fotonya ilaang hiks hiks)

Okey gak boleh nangis, dan kita pun ngobrol2, trus temenku mau ngenalin kita sama temen dia, tapi karena waktu udah sore kitapun kembali ke serpong, karena besoknya kita masih mau ke jaksel dan bekasi. Iya sedih sih karena aku begitu antusias pengen tau siapa dia. Daaann "pucuk dicinta ulampun tiba", setelah malam terakhir di serpong mendadak temen temanku itu sms aku, minta kalo gak keberatan untuk mampir ke tangsel lagi. "Tentu saya tidak keberatan" kata aku dalam hati, meskipun saya mengatakan ke dia kalo insya alloh kalo ada waktu, (jiahahaha, ah cewek juga terkadang lebih jaim lagi :D). Daaan singkat cerita, akupun bertemu dengan dia, dan dengan sikap konyol dia, tersirat ketika dia gugup didepanku(kePeDean :D), kitapun masuk kerumah temenku (kebetulan disana berlima), kitapun dipaksa makan disana. Aku lupa apa yg kita obrolin disana, aku hanya membaca bahasa tubuh dari wanita yg bikin aku klepek2 itu :D, groginya semakin terlihat, ketika aku minta dia difoto dengan make kacamata. wkakakaka. dan *jepreet aku pun dapat fotonya, ini foto mereka :D

Dia sempat tanya2 padaku, tapi aku gak paham pertanyaannya, aku hanya senyum2 saja, dan singkat cerita kitapun pamitan, dan yg masih aku ingat, dia berkata "ah ini pertemuan kita yg terkahirkan", seolah2 diaaaaaa, gak tau ah, jelas tebakanku akan salah, tapi saya huznudzon aja. dia pun mengantarkan kita sampai dijalan besar yg menuju jaksel.
Daaan saya masih ingat tatapan mata dia ketika saya pergi, tapi saya masih tidak tau apa artinya itu (misteri gunung merapi, eh salah misteri tatapan wanita :D). Dan kata bijak di akhir tulisan ini adalah "Semakin merasa memiliki, semakin takut kehilangan"(hloh opo hubungane???!!). ahaha, tetaplah huznudzon, suudzon hanya akan membuat hatimu gundah dan takut =) serta memudahkan pintu setan menggodamu =). Saya hanya berusaha terus huznudzon, karena huznudzon bisa membuat kita selalu bersyukur.


Post a Comment

0 Comments